Tampilkan postingan dengan label Kisah-kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah-kisah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Maret 2011

Sam Kok - Naga & Phoenix -4

Liu Bei
Guan Yu








Zhang Fei








Kunjungan Pertama
Setelah mengetahui kediaman dari sang Naga Tidur, Liu Bei ditemani dua saudaranya Guan Yu dan Zhang Fei pergi hendak menemui Zhuge Liang dengan membawa banyak hadiah. Merekapun sampai di depan rumah sang Naga Tidur.
Zhang Fei : “Kakak pertama……rumah ini terlihat bukan dari seseorang yang terpelajar, hanya rumah seorang petani biasa, apa kau yakin ia merupakan orang yang hebat??”
Liu Bei : “Xu Shu dan guru cermin air saja mengakui kehebatannya, kita tak perlu ragu lagi dengan kemampuan yang ia miliki.”

Guan Yu :”Kakak, mari kita segera menemuinya dan mencaritahu seberapa hebatnya dia……..”
Liu Bei lalu mengetuk pintu rumah itu, tak beberapa lama muncullah seorang anak kecil yang membukakan pintu.
Anak kecil : “Ada yang bisa saya bantu tuan ?”
Liu Bei :”Aku Adalah Liu Bei, Jendral Dari Dinasti Han, Bangsawan Dari Yi Cheng, Pelindung Kekaisaran Wilayah Yu Zhou Dan Paman Dari Kaisar. Aku Datang Untuk Bertemu Dengan Guru Naga.”
Anak kecil :”Aku tak dapat mengingat semua itu……..”
Liu Bei :”Bilang saja pada guru Naga bahwa Liu Bei datang untuk bertemu dengannya.”
Anak kecil :”Guru Naga sudah pergi sejak pagi tadi dan sampai sekarang belum kembali…..”
Anak kecil :”Aku tidak tahu…….mungkin dia akan kembali 3 hari…atau mungkin 10 hari lagi.”
Zhang Fei :”Ia tidak ada di rumah, kakak mari kita pulang saja…….”
Guan Yu :”Kakak kita kembali saja……..lain waktu kita suruh seseorang untuk kemari dan memeriksa apakah guru Naga ada di rumah, baru kita kemari lagi.”
Liu Bei :”Hmmmmm……baiklah mari kita pulang saja. Adik kecil…..tolong sampaikan pada guru Naga bahwa Liu Bei telah kemari, dan kelak akan datang kemari lagi bila ia ada di rumah….”
Liu Bei meninggalkan kediaman Naga Tidur dengan perasaan kecewa, tapi ia masih berharap kelak dapat bertemu dengan Sang Naga Tidur.

Kunjungan Kedua
Beberapa hari kemudian, Liu Bei mengirim seorang utusan ke kediaman Guru Naga, setelah utusannya kembali, ia memberitahukan bahwa Guru Naga telah berada di kediamannya. Liu Bei pun segera bergegas untuk mencoba menemuinya kembali.
Zhang Fei :”Kakak, mengapa kau harus repot – repot menemui orang kampung ini ? Apa lagi cuaca sedang dingin sekali, suruh saja seorang utusan untuk memerintahkan dia pergi kemari menemuimu, bila ia menolak kita bisa menghukumnya…”
Liu Bei :”Diamlah Zhang Fei……..Meng Tzu murid Kong Fu Tzu berkata : 'Untuk datang menemui orang bijak tanpa melalui jalannya adalah seperti mengunci pintu yang ingin kau masuki' Zhuge Liang adalah orang yang paling hebat saat ini, bagaimana mungkin aku dapat memanggil dia ?"
Liu Bei sampai di depan pintu kediaman Naga Tidur, sang anak kembali menyambutnya, dan kali ini ia menjawab bahwa Zhuge Liang ada di kamarnya sedang membaca buku. Liu Bei pun dengan gembira mengikuti sang anak masuk ke rumah, di setiap dinding rumah itu dihiasi dengan berbagai puisi – puisi yang indah.
Sampai di sebuah ruangan, ia melihat seorang pemuda yang ia yakini bahwa itulah Zhuge Liang.
Liu Bei :”Guru……..telah lama saya mencari anda, saya telah datang kemari beberapa hari yang lalu dan tak mendapati anda di rumah, kini saya datang dengan menembus cuaca buruk di luar sana hanya untuk bertemu dengan anda saat ini.”
Pemuda itu segera membalas salam dan berkata : “Anda pastilah Liu Bei, penguasa kota Xin Ye yang datang ingin menemui kakakku.”
Liu Bei :”Jadi anda bukanlah Zhuge Liang, si Naga Tidur ?”
Pemuda :”Maaf tuan, saya adalah Zhuge Jun adik dari Zhuge Liang, anak ketiga dari keluarga ini, kakakku merupakan anak kedua, dan yang pertama adalah Zhuge Jin sang saat ini mengabdi kepada Sun Quan di daerah selatan.”
Liu Bei :”Apakah kakakmu Zhuge Liang ada di rumah sekarang?”
Zhuge Jun :”Saat ini ia sedang pergi bersama temannya, dan saya tidak tahu kapan ia akan kembali. “
Liu Bei :”Benar – benar tidak beruntungnya aku ini……..2 kali sudah aku gagal menemui Guru Naga..”
Liu Bei berpamitan dan segera pulang kembali ke Xin Ye bersama 2 saudaranya.
Guan Yu :”Ini benar – benar aneh kakak, bukankah sang anak tadi mengatakan ia ada di rumah? Tapi kenapa tiba – tiba ia tidak ada di rumah? Yang kutahu, seorang anak tidak pernah berbohong.”
Zhang Fei :”Kau benar kakak kedua, pasti Zhuge Liang sedang mempermainkan kita ! mari kita kembali, menggeledah rumah mereka dan menghukum mereka!”
Liu Bei :”Kita tak boleh berprasangka buruk seperti itu, bila ia berkata tidak ada di rumah maka pastilah ia tidak ada di rumah.”
Mereka bertiga pun kembali ke Xin Ye tanpa hasil. Hanya ditemani dinginnya angin di musim akhir tahun. Akan tetapi di dalam hatinya, Liu Bei masih menyimpan sebuah harapan untuk bertemu dengan Sang Naga Tidur……………..

-Bersambung-

Rabu, 09 Maret 2011

Sam Kok : Naga & Phoenix – 3

Liu Bei
Xu Shu
Cao Cao
Kepergian Xu Shu
“Walaupun zaman sedang kacau, walau hidupmu sudah makmur, walau musuh menjebakmu, janganlah lupa pada orang yang berjasa besar mendidik dan merwatmu…..ibu……”

Cao Ren yang dikalahkan oleh Liu Bei berkat strategi cemerlang dari Xu Shu kembali ke ibukota Xu Chang dan menghadap kepada Perdana menteri yang juga sekaligus saudaranya Cao Cao. Ia menjelaskan bagaimana ia bisa kembali hanya dengan 5000 tentara saja.
Cao Cao  : “Hmmmm………bagaimana mungkin Liu Bei memiliki taktik perang  yang sehebat  ini ?? Siapakah yang menyusun taktik tersebut ?”
Cao Ren : “Aku dengar Liu Bei memiliki seorang ahli strategi bernama Xu Shu…..”
Cheng Yu : “Xu Shu katamu………???”
Cao Cao    : “Kau tahu sesuatu tentang orang ini penasehat Cheng ?”
Cheng Yu : “Kami dulu berasal dari satu kota, dan kami juga pernah satu kelas ketika masih menjadi pelajar. Dia orang yang cerdas dan pandai bermain pedang, selain itu ia orang yang suka membela kebenaran. Pada suatu hari ia membunuh seseorang penguasa yang berlaku tidak adil kepada masyarakat. Dan karena itu ia menjadi buronan dan meninggalkan kota untuk melarikan diri. Tak kusangka dia sekarang mengabdi kepada Liu Bei dan menjadi penasehatnya…….”
Cao Cao   : “Seberapa cerdaskah ia bila dibandingkan dengan dirimu?”
Cheng Yu : “ 10 kali lebih cerdas daripada saya tuan……..”
Cao Cao    : “Sungguh disayangkan orang-orang handal berkumpul pada Liu Bei, sayapnya akan segera tumbuh. Apa yang akan kita lakukan ?”
Cheng Yu  : “Tuan…….saya tahu bahwa ibu Xu Shu tinggal di kota Xu Chang ini, saya punya sebuah ide.”
Cao Cao     : “ Apa idemu?”
Cheng Yu   : “Kita sandera ibu Xu Shu, lalu kita kirim surat palsu kepada Xu Shu dengan mengatasnamakan ibunya. Kita minta Xu Shu untuk datang ke sini, Saya tahu Xu Shu tak mungkin mau bergabung dengan kita, tapi paling tidak itu akan membuatnya tidak mengabdi kepada liu Bei, dan kita dapat mengalahkan Liu Bei dengan mudah…..”
Cao Cao      : “ Ha…..ha……ha……ide yang benar – benar bagus, aku setuju sekali…”

Cao Cao pun menangkap ibu Xu Shu dan mengirimkan sebuah surat palsu untuk Xu Shu di Xin Ye. Xu Shu yang membaca surat itu pun tahu bahwa ini adalah tipudaya dari Cao Cao, tapi ia benar – benar sangat khawatir akan ibunya. Ia pun menangis tersedu – sedu dan memberitahukan hal ini kepada tuannya Liu Bei. Liu Bei yang mendengarnya pun ikut menangis dan berkata
Liu Bei       : “ Aku tak perlu mengingatkanmu akan kewajibanmu sebagai seorang anak terhadap ibunya. Pergilah ke ibukota dan selamatkanlah ibumu…….”
Xu Shu       : “ Selain sedih akan nasib ibuku, aku juga bersedih karena harus meninggalkanmu……ini seperti meninggalkan terang dan pergi menuju gelap…..”

Keesokannya persiapan telah siap dan Xu Shu pun hendak pergi ke Xu Chang, Liu Bei dan 2 orang pengawalnya mengantarkan Xu Shu sampai ke bagian luar kota Xin Ye.
Xu Shu       : “ Aku mengharapkanmu menjadi seorang pemimpin besar di negeri ini tuan, tetapi kekhawatiranku terhadap ibuku hanya akan menghalangiku untuk mewujudkannya, saya harap anda segera menemukan serang penasehat yang lebih bijak dari saya ini….”
Liu Bei       : “ Saya tak akan pernah menemukan seseorang yang lebih baik darimu tuan……”
Xu Shu       : “ Saya hanyalah orang bodoh yang tak berguna tuan…….”
Xu Shu pun memandangi dua pengawal Liu Bei dan berpesan kepada mereka.
Xu Shu       : “ Tuan – tuan, saya harap setelah ini anda melakukan jasa yang besar, sehingga tuan Liu Bei dapat menuliskan dirinya dalam sejarah bangsa ini, jangan seperti saya yang meninggalkan pekerjaannya ½ jadi.”
Semua yang mendengarkannya merasa tersentuh oleh perkataan Xu Shu. Xu Shu pun sedikit demi sedikit beranjak meninggalkan mereka, setelah melewati pepohonan, iapun tak terlihat lagi.
Liu Bei       : “ Dia telah pergi……….aku benar – benar kehilangan seorang penasehat terbaikku, dan juga sahabat setiaku…….”
Tiba tiba terdengar bunyi derap kuda yang keras, dari arah Xu Shu pergi…….ternyata Xu Shu dengan tergesa – gesa kembali menuju ke tempat Liu Bei……..
Liu Bei       : “ Anda kembali!! Pastilah ini suatu hal yang sangat penting sehingga anda terburu – buru kembali kesini ?”.
Xu Shu       : “ Tuan Liu Bei !! Saya kembali hendak mengatakan sesuatu tentang Naga Tidur dan Phoenix Muda!”
Liu Bei       : “ Betulkah itu ? maukah kau memberitahuku siapa mereka ?”.
X u Shu      : “ Naga Tidur adalah Zhuge Liang, dan Phoenix Muda adalah Pang Tong! Saya kurang tahu tentang keberadaan Pang Tong, tetapi mengenai Zhuge Liang, dia adalah sabahat baik saya, ia sangat berbakat dan seorang yang jenius! Ia tinggal sekitar 15 li di Kota Xiang Yang, di sebuah lembah yang bernama Naga Tidur, ia mengambil julukan tersebut dari nama lembah tempat ia tinggal.”
Liu Bei       : “ Xiang Yang? Itu tak jauh dari sini. Dapatkah aku merepotkanmu dengan memintanya untuk mengunjungiku ?”
Xu Shu      : “ Ia tak akan mau untuk mengunjungi anda, ia tidak suka dengan kehidupan kota dan urusan Negara, andalah yang harus mengunjunginya dan membujuknya untuk bergabung dengan anda.”
Liu Bei      : “ Benarkah dia itu orang yang hebat ? seberapa hebat kah dia dibandingkan dengamu?”
Xu Shu        : “ Dibandingkan dengan dia, hamba hanya seekor ulat dibandingkan dengan naga, seperti bebek dibandingkan dengan burung phoenix, ia adalah seseorang yang dapat mengukur langit dan menimbang bumi. Kejeniusannya sungguh tidak biasa, sayang ia terlahir di zaman yang salah, di zaman yang penuh kekacauan dan angkara murka ini.”
Liu Bei        : “ Sehebat itukah dia? Maka aku harus mengunjunginya, dan membujuknya sebisaku, mungkin dialah seseorang yang dapat membawa perubahan bagi negeri ini…….”

Segera setelah urusannya selesai Xu Shu meninggalkan Liu Bei dan melanjutkan perjalannanya. Tapi ia merasa cemas bila temannya Zhuge Liang sang Naga Tidur tidak mau membantu Liu Bei, ia mampir sebentar ke kediamannya sekedar untuk membujuknya.
Xu Shu        : “ Teman, aku berharap dapat mengabdi kepada Liu Bei, tetapi karena ibuku disandera Cao Cao, maka aku terpaksa meninggalkannya, sekarang aku berharap engkau dengan kelebihannmu itu dapat membantu Liu Bei untuk menyelamatkan Negara ini. Beberapa hari ke depan engkau akan mendapatkan kunjungan darinya, saya harap engkau paling tidak mau menemuinya dan mengenalnya lebih dekat.”
Zhuge Liang yang mendengar itu menjadi marah dan terbangun dari duduk santainya.
Zhuge Liang  : “ Aku ikut berduka atas apa yang menimpa ibumu, tapi sungguh teganya dirimu menlanggar sumpahmu untuk merahasiakan identitasku, dan sekarang engkau menjadikanku sebagai korban dari kekacauan ini……”
Xu Shu       : “ Maafkan aku teman………tapi Liu Bei ini benar – benar berbeda  dari pemimpin – pemimpin yang lain, temuilah dia dan jangan menghindarinya……..”
Zhuge Liang  : “ Aku hanya ingin hidup tenang disini, bertani, mengagumi alam dan jauh dari urusan duniawi. Aku tak mau bergabung dengan kesibukan – kesibukan dalam kekacauan dunia ini”
Zhuge Liang pergi meninggalkan Xu Shu. Keluar meninggalkan rumahnya sendiri
Xu Shu         : ( Maafkan aku kawan…..tapi sampai kapan kau terus menutup matamu dari rakyat yang sengsara ini…….ketidakadilan ini……dan kekejaman Cao Cao. Aku yakin hanya engkaulah yang memiliki takdir untuk membuat perubahan ini, aku selalu melihat bahwa takdir selalu berjalan mendukungmu. Bangunlah dari tidurmu !! sudah ada seorang pemimpin yang akan dapat membuatmu terbang tinggi ke langit. Seorang yang akan menggunakanmu bukan untuk membuat kehancuran, melainkan perubahan. BANGUNLAH SANG NAGA!!!!! Jangan berlari dari dari takdirmu…….. bila kau terlahir sebagai naga…..maka hiduplah segagai naga…..dan matilah tetap sebagai naga…….”

Xu Shu segera bangkit dan meneruskan perjalannya yang jauh…..ke ibukota Xu Chang untuk menyelamatkan ibunya.

-Bersambung……..


Rabu, 02 Maret 2011

Sam Kok : Naga dan Phoenix – 2


Liu Bei
Xu Shu
Pendekar Pedang Yang Bijak
“Di zaman yang penuh dengan kekacauan dan penindasan, para orang bijak akan berkelana, mencari pemimpin yang dapat membawa perubahan kearah yang lebih baik……”

Kota Xin Ye, tahun 207 Masehi, dari suatu pasar terdengar seorang pemuda menyanyi-nyayi sepanjang waktu :
“Langit dan Bumi berada dalam kekacauan !
Sinar terang negara Han telah menghilang……..
Para penguasa saling berebut harta dan kuasa……
Rakyat hidup dalam kesengsaraan……..
Seorang yang bijak mencari seorang majikan yang benar……….
Wahai tuan…..waha tuan…….sediakah engkau menerima pengabdianku?????”

Para penduduk menganggap pemuda itu hanyalah orang gila, mereka mengacuhkannya setiap kali berpas – pasan dengan pemuda aneh tersebut. “Dasar orang sinting mau menjadi pejabat Negara tapi yang dilakukannya hanya bernyayi – nyanyi dengan lagu aneh setiap hari……”

Akan tetapi ada satu orang yang justru tertarik dengan nyayian pemuda tersebut…
Liu Bei : “Hmmmm…….nyanyian itu……sepertinya ia bukanlah pemuda biasa, lebih baik aku bertanya siapa dia…….”
Liu Bei menghampiri pemuda tersebut……..secara bersamaan keduanya berkata :
Liu Bei : “Wahai tuan……apakah nyayianmu itu menggambarkan situasi kacau pada saat ini…..???”
Pemuda : “Ahhhhh…….akhirnya…….apakah ada penguasa kota Xin ye ini???? Maukah anda menerima pengabdianku???”.

Pemuda tersebut kemudian menjawab pertanyaan Liu Bei
Pemuda : “Ohhh…….anda bukan penguasa kota ini ???, Yang saya nyayikan tadi hanyalah apa yang ada pikiranku tuan……”.
Liu Bei : “Saya adalah Liu Bei, penguasa dari kota Xin Ye. Saya tertaik pada anda, orang yang dapat memikirkan hal – hal yang seperti yang anda nyayikan tadi pastilah bukan orang yang biasa…..Jadi maukah anda bergabung denganku???”
Pemuda :”Nama saya Xu Shu, saya hanyalah seorang pengelana yang hanya ditemani sebilah pedang. Karena suatu alasan tertentu, saya meninggalkan rumah dan berkelana di seluruh negeri ini, dan bila pada suatu tempat saya menemukan orang yang bijak, saya menuntut ilmu kepada mereka……”
Liu Bei : “Kebetulan sekali saya sangat membutuhkan seorang bijak yang dapat menjadi Agli strategi dan seorang penasehat, apakah anda seseorang yang dijuluki Naga Tidur atau Phoenix Muda???”
Xu Shu: “Maaf tuan, saya bukanlah orang yang pantas disandingkan dengan mereka berdua, meraka jauh lebih hebat dari saya ini….”
Liu Bei : “Oh, begitu ya……(Sayang sekali bukan, tapi kupikir Xu Shu ini pastilah orang setidaknya lebih bijak dibandingkan pejabat-pejabatku yang lain).

Keduanya kemudian menuju ke istana Xin ye sambil berkuda, Xu Shu yang melihat kuda Liu Bei lalu berkata:
Xu Shu : “Tuan, bukankah kuda yang anda pakai itu kuda Li ma dai???”
Liu Bei : “ Ya, benar sekali…..ada apa?”
Xu Shu : “ Lebih baik anda jangan pakai kuda ini tuan…..kuda ini akan memberikan takdir yang buruk kepada tuan….”
Liu Bei : “Benarkah??.......lalu aku harus bagaimana??”
Xu Shu : “Saya sarankan tuan memberikan kuda ini kepada salah satu musuh anda, dengan begitu takdir buruk itu akan mengenai musuh anda tersebut….”
Liu Bei yang mendengar saran tersebut tiba-tiba menjadi marah
Liu Bei : “Siapa kau ini ….!!!!! Baru sebentar kita bertemu kau sudah memberikan sebuah saran untuk mencelakakan orang lain??? Aku tak kan pernah melakukan perbuatan yang sekeji itu!!!”
Mendengar jawaban tuannya Xu Shu malah tertawa
Xu Shu : “Luar biasa…….! Ternyata anda memang seorang yang selama ini aku cari……..Maaf tuan saya tadi hanya menguji tuan saja. Saya hanya ingin mengetahui apakah tuan ini seorang pemimpin yang baik hati ataukah seorang pemimpin yang hanya mementingkan kemenangan semata. “
Xu Shu : “Sekarang saya tahu bahwa anda merupakan seorang yang berhati tulus, saya akan mengabdi dengan sepenuh hati kepada anda…….”
Xu Shu : “Saya adalah murid dari Sima Hui, Guru Cermin Air. Sebetulnya saya tahu bahwa anda menginap di kediaman Guru belakangan ini, tapi saya tidak ingin menemui anda dengan cara mencari anda di kediaman guru saya. Saya hanya ingin kita dapat bertemu dengan cara takdir yang mempertemukan kita. Maka dari itu saya bernyayi sepanjang hari di kota Xin Ye ini untuk menarik perhatian anda….”
Liu Bei : “ Anda murid dari Sima Hui? Pastilah anda orang yang hebat pula……Saya mohon bantuan anda untuk membantu saya dalam menyelamatkan Negara dan rakyat Han ini…..”

Liu Bei mengangkat Xu Shu sebagai penasehat Militernya, tak selang beberapa bulan, Cao-Cao sudah melakukan invasi ke Xin ye dengan mengerah kan 10.000 pasukan yang dipimpin oleh jendral Cao Ren. Akan tetapi berkat kecerdikan Xu Shu, Pasukan Cao Ren dapat dengan mudah dikalahkan hanya dengan sedikit pasukan. Liu Bei sangat gembira dan sangat mempercayai Xu Shu, sehingga lupa akan Naga Tidur dan Phoenix Muda yang harus ia cari……Tetapi takdir kelak akan berkata lain…….

-Bersambung-

Sabtu, 26 Februari 2011

Sam Kok : Naga dan Phoenix - 1

Liu Bei
Sima Hui
Guru Cermin Air

Liu Bei penguasa kota Xin ye yang adil dan pemurah tersesat di sebuah hutan di bukit Nan Yang.

Lalu bertemulah ia dengan seorang anak kecil yang sudah mengenalnya dengan baik.
Anak tersebut kemudian mengantarkan Liu Bei untuk menemui gurunya Sima Hui yang dijuluki cermin air.

Sima Hui dengan ramah menyambutnya dan berkata "Bukankah engkau Liu Bei, penguasa kota Xin Ye, yang dulu merupakan seorang pahlawan dalam penumpasan pemberontakan kain kuning ?",

"Aku dengar saat ini engkau tidaklah memiliki seorang pejabat yang hebat untuk dapat melawan invasi Cao - cao dari utara....."

Liu Bei menyanggahnya " Anda salah, saya memiliki Guan Yu dan Zhang Fei yang merupakan saudara saya, dan saya juga memiliki Zhao Yun, Sun Qian, Mi Zhu dan Jian Yong, mereka semua adalah orang - orang yang hebat."

Sima Hui berkata : "Zhang Fei, Guan Yu dan Zhao Yun memanglah seorang pendekar yang hebat dan setia, tapi sayangnya tak ada seorang ahli strategi yang membimbing mereka."
"Sun Qian, Mi Zhu, dan Jian Yong memanglah seorang yang terpelajar dan pandai mengurus urusan sipil, tetapi mereka hanyalah pelajar kutu buku yang tak mengerti ilmu langit, mereka tiadalah tepat untuk menasehati dirimu...."

Liu Bei bertanya "Lalu apakah guru tahu seseorang yang dapat membantuku agar dapat menyelamatkan negara Han ini dari ambisi Cao - Cao?"

Sima Hui menjawab " Aku merekomendasikanmu 'Naga Tidur' dan 'Phoenix Muda' mereka berdua adalah orang yang paling pintar dan paling bijak pada saat ini, bila kau memiliki keduanya, maka semua masalah di bawah langit akan teratasi."

"Naga Tidur dan Phoenix Muda ??? siapakah mereka wahai guru??" kata Liu Bei.

"Sayang sekali tuan Liu Bei, saya tidak dapat memberitahukan kepadamu siapa mereka itu, tetapi bila engkau memiliki tekad yang kuat dan murni maka kelak takdir akan mempertemukan kalian."

liu Bei berkata "Terima kasih atas nasehat yang guru berikan, saya akan mencari mereka untuk menyelamatkan rakyat dan negara Han dari kehancuran..."

Liu Bei mohon pamit dan pergi sambil membawa rasa penasaran
Naga Tidur........Phoenix Muda.........siapakah mereka itu.....????

--Bersambung